Mas Jihad

memperkuat tali ukhuwah lebih erat

Berbakti pada kedua orang tua


Allah SWT berfirman :
“Dan Kami mewajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya…” (QS. Al-Ankabut:8)

“Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan, hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemerliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkatakan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. al-Isra’ : 23)

“Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS. Luqman : 14)

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud ra, ia berkata : Saya pernah bertanya kepada Nabi SAW :
أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللهِ؟ قَالَ: الصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَ, قُلْتُ ثُمَّ أَيٌّ؟ قَالَ: بِرُّ الْوَالِدَيْنِ, , قُلْتُ ثُمَّ أَيٌّ؟ قَالَ: الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ
“Amalan apa yang paling disukai oleh Allah?” Beliau menjawab, “Shalat pada waktunya.” Lalu saya bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau menjawab, “Berbakti kepada orang tua.” Lalu saya bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau menjawab, “Berjihad di jalan Allah.” (Muttafaq ‘alaih).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, ia berkata :

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللهِ فَقَالَ: يَارَسُولُ اللهِ, مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ: أُمُّكَ, ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: أُمُّكَ, ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: أُمُّكَ, ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: أَبُوكَ
“Ada seseorang datang kepada Rasulullah SAW lalu bertanya, “Siapakah yang paling berhak saya pergauli yang baik, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab “Ibumu.” Ia bertanya, “Kemudian siapa lagi?” Beliau menjawab, “Ibumu”. Ia bertanya, “Kemudian siapa lagi?” Beliau menjawab “Ibumu”. Ia bertanya, “Kemudian siapa lagi?” Beliau menjawab, “Ayahmu”. (Muttafaq ‘alaih)

Faedah
1.       Islam sangat menghormati kedua orang tua dan memerintahkan untuk mentaati keduanya, serta menganjurkan untuk berbakti kepada keduanya.
2.       Amal perbuatan yang paling disukai Allah setelah shalat pada waktunya adalah berbakti kepada kedua orang tua.
3.       Larangan keras untuk mendurhakai keduanya, berkata kasar, dan mengucapkan “ah” (sebagaimana ungkapan penolakan atas perintah/panggilan keduanya, penerj.) kepada keduanya.
4.       Ibu memiliki kedudukan yang paling penting, bahkan dalam hal berbakti dan taat, ibu lebih didahulukan daripada ayah.



Bahaya riya dan ia termasuk syirik.

Allah SWT berfirman:×  
“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yangshalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya. Orang-orang yang berbuat riya. Dan enggan (menolong dengan) barang berguna.” (QS. Al-Ma’un:1-7)

Diriwayatkan dari Abu Sa’id bin Fadlalah RA bahwa ia pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا جَمَعَ اللهُ اْلأَوَّلِينَ وَاْلآخِرِينَ لِيَوْمِ لاَ رَيْبَ فِيهِ نَادَى مُنَادٍ: مَنْ كَانَ أَشْرَكَ فِي عَمَلِهِ اللهِ أَحَدًا فَلْيَطْلُبْ ثَوَابَهُ مِنْ عِنُدِهِ فَإِنَّ اللهَ أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ
“Ketika Allah mengumpulkan orang-orang terdahulu dan orang-orang belakangan pada hari kiamat, yaitu hari yang tiada keraguan tentangnya, maka ada yang berseru, “Barang siapa yang menyekutukan Allah dengan seseorang dalam melakukan suatu amalan, maka hendaknya ia menuntut pahala dari orang tersebut, karena Allah tidak membutuhkan sekutu.” (HR. Tirmizi).

Diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri RA, ia berkata: Pernah suatu ketika Rasulullah SAW menghampiri kami berdiskussi tentang al-Masih Dajjal, lalu beliau bersabda:
أَلاَ أُخْرِجُكُمْ بِمَا هُوَ أَخْوَفُ مِنَ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ؟ فَقُلْنَا بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ, فَقَالَ: الشُّرْكُ الْخَفِيِّ, أَنْ يَقُومَ الرَّجُلُ يُصَلِّي فَيُزَيِّنُ صَلاَتُهُ لِمَا يَرَى مِنْ نَظْرِ الرَّجُلِ إِلَيْهِ
“Maukah kalian aku beritahu tentang sesuatu yang paling aku takutkan atas diri kalian dari pada al-Masih Dajjal? Kami menjawab: Ya, wahai Rasulullah. Lalu beliau berkata: Syirik yang tersembunyi (syirik khafi), yaitu seseorang mengerjakan shalat, lalu ia menghiasi shalatnya karena ia melihat ada orang yang memperhatikannya.” (HR. Ibnu Majah).

Faedah:
1.       Waspada terhadap riya, dan ancaman yang sangat berat bagi orang yang beramal karenanya.
2.       Kadang-kadang seseorang terjerumus ke dalam perbuatan riya sanpa ia sadari.
3.       Alam perbuatan orang yang riya ditolak dan tidak diterima.



Bahaya lisan


Allah SWT berfirman yang artinya:
  
“Tiada suatu ucapan pun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaf : 18)

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya, sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati semuanya itu akan diminta pertanggung jawabanya. “ (QS. al-Isra : 36)

Diriwayatkan dari Abu Musa al-Asy’ari ra, ia berkata, “Rasulullah SAW pernah ditanya, “Siapakah orang muslim yang paling uatama?” Beliau menjawab :
الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
“Yaitu, orang yang kaum muslimin lainnya yang merasa aman dari (kejahatan) lisan dan tangannya.” (HR. trimizi)

Diriwayatkan dari Sahal bin Sa’ad ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda :
مَنْ يَضْمَنُ لِي مَا بَيْنَ لِحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنُ لَهُ الْجَنَّةَ
“Barangsiapa yang mau menjamin bagiku apa yang berada di antara dua dagunya (lisan), dan apa yang berada di antara dua kakinya (kemaluannya), maka aku akan menjaminnya masuk surga.” (HR. Bukhari)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwasanya ia mendengar Rasulullah SAW bersabda :
إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مَا يَتَبَيَّنُ فِيهَا يَزِلُّ بِهَا فِي النَّارِ أَبْعَدَ مِمَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ
“ Sesungguhnya seorang hamba mengatakan suatu kata tanpa ia pikirkan terlebih dulu, dan itu bisa menggelincirkannya ke dalam neraka lebih jauh dari jarak antara timur dan barat.” (HR. Bukhari)

Faedah :
1.       Lisan itu sangat berbahaya, karena itu wajib menjaganya. Seseorang bisa terjerumus ke dalam neraka hanya karena satu kalimat yang ia ucapkan tanpa mempertimbangkannya. Demikian juga melepaskan ucapan bukan untuk ketaatan bisa menjadi sebab masuknya seseorang ke dalam neraka, dan menjaganya menjadi sebab masuknya ke dalam surga. Betapa banyak kesalahan yang dilakukan manusia dan kelalaian mereka dengan mengucapkan kalimat yang tidak berguna.
2.       Segala ucapan dan perbuatan seseorang akan dihisab, dan panca indera yang paling berbahaya adalah lisan dan kemaluan.



AMALAN PENGHAPUS PAHALA

KAJIAN RUTIN MALAM KAMIS
MASJID AL MUHAJIRIN
SELOREJO . SODO . PALIYAN . GUNUNGKIDUL
 


SERI AQIDAH
AMALAN PENGHAPUS PAHALA
DI SAMPAIKAN OLEH MAS JARYONO
Segala puji bagi Allah, pujian yang terbaik untuk-Nya. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Pada kesempatan kali ini akan kami sampaikan bahasan tentang amalan penghapus pahala.

Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَىٰ رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ

Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut. (Mereka menyadari bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Rabb mereka [al-Mukminûn/23:60]
Dan hal ini merupakan bagian dari kesempurnaan iman yang mereka miliki. Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ

Maka tidaklah merasa aman dari ancaman adzab Allâh melainkan orang-orang yang merugi [al-A`râf/7:99]
Berikut ini adalah penggugur-penggugur amalan, di antaranya:

1. Syirik Dan Riddah (Kemurtadan).
Tentang syirik, Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepada engkau -wahai Muhammad - dan kepada (nabi-nabi) yang sebelum engkau: "Jika kamu berbuat syirik (kepada Allah ), niscaya akan gugur terhapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi [az-Zumar/39:65][4]

Dan tentang bahaya kemurtadan, Allâh Azza wa Jalla berfirman:

وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَٰئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۖ وَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang gugur sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya [al-Baqarah/2:217] [5]

2. Riya’

doa supaya terhindar dari  riya’ atau syirik kecil .Ucapkanlah:

الَلَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا أَعْلَمُ

(Ya Allâh, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari perbuatan kesyirikan terhadap-Mu dalam keadaan aku mengetahuinya, dan aku memohon ampun kepada-Mu dari apapun yang aku tidak mengetahuinya)
HR. al-Bukhâri dalam al-Adabul -Mufrad (takhrij Imam al-Albâni no: 716)
3. Mendatangi Dukun, Peramal Dan Sejenisnya.
Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ أَتَى عَرَّافًا أَوْ كَاهِنًا فَصَدّقَهُ بِمَا يَقُوْلُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ

Barangsiapa mendatangi peramal atau dukun dan mempercayai ucapannya, maka sungguh dia telah kufur terhadap (syariat) yang diturunkan kepada Muhammad Hadits shahîh. Lihat Shahîh al-Jâmi` ash-Shaghîr no: 5939

Dalam lafazh lain, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِيْنَ لَيْلَةً

Barangsiapa mendatangi peramal, kemudian dia bertanya kepadanya tentang sesuatu maka tidaklah diterima shalatnya sepanjang empat puluh hari ]. HR. Muslim no: 5782

4. Durhaka Terhadap Kedua Orang Tua, Mengungkit-Ungkit Sedekah Yang Diberikan, Mendustakan Takdir.
Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ثَلَاثَةٌ لَا يَقْبَلُ اللهُ مِنْهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ صَرْفًا وَلَا عَدْلًا : عَاقٌّ، وَمَنَّانٌ، وَمُكَذِّبٌ بِالْقَدَرِ

Ada tiga golongan manusia yang Allâh tidak akan menerima dari mereka amalan wajib (fardhu), dan tidak pula amalan sunnat (nafilah) mereka pada hari Kiamat kelak; seorang yang durhaka kepada orang tuanya, seorang yang menyebut-nyebut sedekah pemberiannya, dan seorang yang mendustakan takdir. Hadits ini hasan,. Lihat Shahîh al-Jâmi` ash-Shaghîr no: 3065

5. Meninggalkan Shalat Ashar
Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa meninggalkan shalat Ashar, maka telah gugur amalnya”.[HR Bukhori no 553.
                                                                                                     Kepek 19 Februari  2014 Pukul 14: 00

Akhlak baik


Allah SWT berfirman :
y  
“ Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung”. (QS. al-Qalam : 4)
“ Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu…” (QS. Ali Imran : 159)

Diriwayatkan Abu Darba’ ra. bahwa Nabi SAW bersabda :
مَا مِنْ شَيْءٍ أَثْقَلَ فِي مِيزَانِ الْعَبِيدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ وَإِنَّ اللهَ يَبْغَضُ الْفَاحِشَ الْبَذِي
“Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan seorang hamba pada hari kiamat daripada akhlak yang baik. Sesungguhnya Allah akan murka kepada orang yang berlaku keji dan berkata jelek serta buruk nada bicaranya” (HR. Tirmizi)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. ia berkata, “Rasulullah SAW pernah ditanya tentang amal perbuatan yang paling sering menyebabkan orang masuk surga, lalu beliau menjawab, “ Bertakwa kepada Allah dan berakhlak baik.” (HR. Trimizi)
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
أَكْمَلُ الْمُؤْمِنَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ
“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik ahklaknya. Orang yang paling baik diantara kalian adalah orang yang paling baik terhadap istrinya.” (HR. Tirmizi)

Diriwayatkan dari Aisyah ra. ia berkata “Saya penah mendengar Rasulullah SAW bersabda :
إِنَّ الْمُؤْمِنَ لَيُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَةَ الصَّائِمِ الْقَائِمِ
“Sesungguhnya orang mukmin itu akan sampai pada derajat orang yang berpuasa lagi beribadah pada malam hari (qiyamul lail) dengan akhlaknya yang baik.” (HR. Abu Daud)

Faedah :
1.       Penjelasan tentang baiknya akhlak Rasulullah AW
2.       Keutamaan akhlak yang baik beserta kedudukannya, dan akhlak yang baik termasuk perbuatan yang paling sering memasukkan orang ke dalam surga dan meningkatkan derajatnya. Dan, sesungguhnya amal perbuatan itu akan ditimbang pada hari kiamat, dan sesuatu yang paling berat dalam timbangan seorang muslim adalah takwanya kepada Allah dan akhlaknya yang baik.
3.       Islam menganjurkan untuk bertutur kata dan betindak yang baik, dan melarang untuk bertindak keji
4.       Pentingnya pergaulan yang baik antar suami istri
5.       Iman dapat bertambah dengan melakukan ketaatan dan berkurang karena kemaksiatan



Radio Sunnah


Pengunjung

Label

About this blog